Poscomedia – Para demonstran menggelar aksi solidaritas dengan membawa poster yang mengecam kekerasan yang terjadi di Jakarta, dengan memenuhi Jalan Gubernur Suryo, tepatnya di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat.
Sekitar pukul 14.40 WIB, ratusan demonstran merangsek ke depan gerbang sisi timur Gedung Negara Grahadi Surabaya. Selain membawa poster-poster sebagai bentuk dukungan solidaritas, massa juga sempat menyanyikan lagu Tanah Airku ciptaan Saridjah Niung atau yang akrab dipanggil Ibu Sud.
“Tanah Air, kutidak kulupakan kan ku kenang selama hidupku,” teriak ratusan pendemo sambil berjalan menuju Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Hingga pukul 15.39 WIB, massa dari kelompok lain mulai kembali berdatangan untuk memenuhi jalanan di depan Gedung Grahadi, sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan, seperti Butuh Tani.
Hingga pukul 16.00 WIB, massa mulai menjauh dari depan Gedung Negara Grahadi dan berkumpul di depan Alun-Alun Kota Surabaya, dikarenakan tindakan penanganan aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian.
Meskipun sempat mundur, massa kembali memenuhi jalanan di depan Gedung Negara Grahadi untuk melakukan aksi.
Hingga pukul 17.00 WIB, massa masih bertahan di sekitar wilayah Gedung Negara Grahadi Surabaya. Begitu juga aparat kepolisian masih terus berjaga untuk menghalau aksi massa yang kembali berkumpul.
Demonstrasi tersebut digelar untuk mengungkapkan rasa kekecewaan dan sebagai bentuk protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8).
Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Kericuhan di Pejompongan tersebut terjadi, setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, dipukul mundur oleh polisi.(ntr/jon)