Poscomedia.id – Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis wisata dapat menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di wilayah setempat.
“Wisata Tumpak Selo ini bukan sekadar panorama alam, tetapi tentang bagaimana desa bisa mandiri melalui BUMDes,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.
Menurutnya peninjauan yang diawali dengan penanaman pohon sukun di kawasan sumber mata air Tumpak Selo sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam karena pendekatan itu menempatkan ekonomi dan lingkungan dalam satu kesatuan strategis.
“Dengan menjaga sumber mata air dan menambah tanaman produktif seperti sukun, kita menyiapkan keberlanjutan ekonomi sekaligus ekologi. Ini contoh nyata pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan BUMDes harus menjadi penggerak ekonomi komunitas, menghadirkan efek berganda bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin BUMDes tidak hanya mengelola wisata, tetapi juga menciptakan peluang usaha bagi warga, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga jasa penunjang wisata. Dengan begitu, manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan Wisata Tumpak Selo, sehingga pendekatan itu tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga Petahunan, tetapi juga memperkuat posisi Lumajang sebagai destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur.
Melalui strategi ini, lanjut dia, Pemkab Lumajang menegaskan bahwa pengembangan BUMDes berbasis wisata adalah kombinasi cerdas antara pemberdayaan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal, menjadikan desa sebagai pusat ekonomi kreatif dan wisata berkelanjutan.(ntr/jon)